14:04 WIB
Minggu, 23 November 2014
Senin, 24 September 2012 18:07 WIB

Jadi BPJS, Jamsostek Siapkan 4 Program Jaminan Kesehatan

Albi Wahyudi
Kantor Pusat Jamsostek, (Jaringnews/ Dwi Sulistyo)
Kantor Pusat Jamsostek, (Jaringnews/ Dwi Sulistyo)

2014 40 persen atau sekitar 96 juta rakyat miskin di Indonesia akan tercover.

JAKARTA, Jaringnews.com – PT Jamsostek (Persero) yang akan berubah menjadi Badan Peyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) menyiapkan program seperti yang tertuang dalam Undang-undang (UU) No.24 tahun 2011 berupa empat program Jaminan kesehatan yang akan dilaksanakan seperti memberikan jaminan kecelakaan kerja, jaminan hari tua, jaminan pensiun dan jaminan kematian.

Kepala Biro Sumber Daya Manusia (SDM) PT Jamsostek (Persero) Abdul Latif Algaf mengungkapkan, sebagai operator, BPJS yang mulai beroperasi 1 Januari 2014 akan langsung menyelenggarakan program Jaminan Kesehatan (Jamkes), termasuk menampung pengalihan program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan PT Jamsostek (Persero) dan PT Asabri (Persero).

"Pada 2012 ini dari ke-4 program tersebut, program dana pensiun yang telah kami jalankan, dengan usia yang berhak mendapatkan dana BPJS mulai usia 63 tahun hingga usia 65 tahun. Hal tersebut telag diatur dari UU No.11 tahun 1992 tentang dana pensiun,” kata Latif di acara Sindo Weekly di MNC tower, Jakarta, Senin (24/9).

Sementara itu, pada 2014 pemerintah akan mengupayakan paling tidak minimal 40 persen atau sekitar 96 juta rakyat miskin di Indonesia akan tercover.

Dia mengungkapkan, kalau sekarang yang ditanggung oleh Jamkesmas baru Rp 76,4 juta dan anggaran yang disiapkan Rp 700 miliar lebih, dan bisa terus meningkat hingga Rp 3 triliun.
 
“Anggaran ini nantinya akan dipergunakan untuk penguatan infrastruktur pelayanan kesehatan seperti pembangunan puskesmas, rumah sakit, penambahan tempat tidur dan lainnya,” ujar Latif.  
 
Menurutnya, sistem BPJS ini bersifat gotong royong, artinya semua orang mendapatkan jaminan kesehatan, namun tetap harus membayarkan premi secara iuran. “Orang kaya atau miskin dan tidak mampu iurannya dibayari oleh pemerintah,” tandasnya.

(Alb / Ara)

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini
  
  • Terpopuler
  • Terkomentari