14:56 WIB
Sabtu, 20 September 2014
Rabu, 11 Juli 2012 23:18 WIB

Industri Kimia Harus dapat Meningkatkan Daya Saing

Albi Wahyudi
Ilustrasi
Ilustrasi

Industri nasional dituntut untuk terus meningkatkan daya saing melalui berbagai upaya efisiensi.

JAKARTA, Jaringnews.com - Industri kimia nasional diharapkan dapat meningkatkan ekspor produk aluminium dan besi baja. Ini dimaksudkan agar perusahaan industri tersebut juga dapat meningkatkan daya saingnya. Salah satu upaya untuk menjawab permasalahan ini adalah melalui pengembangan industri kimia nasional yang mampu memberikan nilai tambah yang optimal disamping untuk memenuhi kebutuhan domestik yang terus meningkat dan selama ini dipenuhi dari impor.
 
Hal ini disampaikan Dirjen Basis Industri Manufaktur Kemenperin, Panggah Susanto, dalam kegiatan Pameran InaChem 2012, di JCC Senayan Jakarta, Rabu (11/7).
 
“Hal ini tampak pada ekspor produk industri Alumunium dan besi baja, juga termasuk industri kimia pada semester I tahun 2012 yang mengalami penurunan yang cukup signifikan,” ungkap Panggah.
 
Menurut Panggah, kondisi ini cukup mengkhawatirkan, namun diharapkan bahwa upaya restrukturisasi perekonomian eropa tidak berlangsung lama agar dapat segera membuka peluang ekspor dari berbagai komoditi industri kimia.
 
Selain peluang ekspor yang makin ketat, ungkap Panggah, industri kimia juga dihadapkan pada persoalan ketergantungan pada impor bahan baku nafta, kondensat dan etilena yang nilainya mencapai 5,1 milyar dollar AS pada 2011.
 
“Nilai impor ini akan terus meningkat pada tahun-tahun mendatang apabila tidak dilakukan upaya-upaya pembangunan industri kimia nasional,” kata Panggah.
 
Menurut Panggah, hal ini tentu tidak mudah mengingat kondisi struktur industri kimia di berbagai negara ASEAN maupun Asia Pasifik yang terus berkembang dengan tingkat daya saing yang tinggi.
 
Di sisi lain, industri nasional dituntut untuk terus meningkatkan daya saing melalui berbagai upaya efisiensi.
 
Untuk itulah, menurut Panggah, kebijakan pembangunan industri kimia difokuskan pada optimalisasi perolehan nilai tambah sumber kekayaan alam berupa minyak dan gas bumi untuk menghasilkan berbagai produk petrokimia.

"Peningkatan kualitas produk melalui Penerapan Standar Nasional Indonesia, optimalisasi Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) yang dilakukan secara bertahap," pungkasnya.

(Alb / Pio)

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini