12:20:14 WIB
Minggu, 25 Juni 2017
Selasa, 18 April 2017 , 13:36 WIB

Mendag dan Pengusaha Sepakat Stabilkan Harga Minyak Goreng

Johannes Sutanto de Britto
83106-Pasar murah Kemendag (Jaringnews/ Dwi Sulistyo).
Pasar murah Kemendag (Jaringnews/ Dwi Sulistyo).

Salah satu langkah stabilisasi harga adalah dengan menguatkan stok. Jika ada fluktuasi harga, stok segera digelontorkan ke pasar setiap saat. Dalam pertemuan disepakati stok satu juta ton dari berbagai produsen.

JAKARTA, Jaringnews.com - Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita meminta para produsen minyak goreng membanjiri pasar dengan minyak goreng kemasan sederhana sehingga diharapkan harga minyak goreng curah di pasar tradisional segera turun.

“Ini penting agar minyak goreng bagi masyarakat kelas menengah ke bawah selalu tersedia dan spekulasi bisa diredam jika stok tersedia,” kata Mendag.

Menurut Mendag, pertemuan dengan para pemilik dan pimpinan perusahaan sawit dan minyak goreng ini penting. Pengendalian harga minyak goreng belum berjalan lancar seperti yang terjadi pada harga gula dan daging. Untuk mengatasi hal itu, Mendag melibatkan semua mata rantai minyak goreng.

"Saya sudah bicara dengan ritel modern dan sekarang kita libatkan yang lebih hulu lagi, yaitu produsen minyak goreng dan perkebunan sawit,” ujar Mendag Enggar.

Mendag meminta media bekerja sama menyampaikan kepada masyarakat bahwa harga tersebut bukan harga promosi atau musiman, sehingga konsumen tidak perlu panik dan berburu harga murah.

“Kebijakan ini baru akan dievaluasi pada bulan September. Sekarang konsumen tidak perlu panik karena stok dengan harga yang ditetapkan akan diusahakan selalu tersedia,” ujar Mendag.

Para pengusaha menyambut baik dan mendukung terobosan yang dilakukan Mendag. Salah satu langkah stabilisasi harga adalah dengan menguatkan stok. Jika ada fluktuasi harga, stok segera digelontorkan ke pasar setiap saat. Dalam pertemuan disepakati stok satu juta ton dari berbagai produsen.

“Kebutuhan minyak goreng curah nasional sekitar 3-3,5 juta ton per tahun. Karena itu, stok satu juta ton sangat cukup untuk meredam fluktuasi. Yang penting informasi di mana ada fluktuasi sehingga kita bisa cepat banjiri daerah itu dengan pasokan,” kata Franky Widjaja dari Sinar Mas dalam jumpa pers.

Selain membahas stabilisasi stok dan harga, pertemuan ini juga membahas tuduhan internasional terhadap sawit Indonesia, yaitu dari Parlemen Eropa dan Pemerintah Amerika Serikat.

Kementerian Perdagangan mengumpulkan masukan dari pengusaha dan memadukan langkah untuk menjawab tuduhan-tuduhan itu.

“Pemerintah berada di depan karena ini merupakan urusan antarnegara. Jika perlu kita akan minta bantuan DPR untuk menjawab tuduhan Parlemen Eropa, sehingga pembicaraannya terjadi antara parlemen dengan parlemen,” kata Enggar.

Enggar juga mengatakan bahwa pemerintah akan memanfaatkan kunjungan kenegaraan Wakil Presiden AS Mike Pence untuk mengklarifikasi dan menyatakan posisi Indonesia dalam berbagai isu.

“Nanti akan ada pembicaraan bilateral Wakil Presiden AS dan Pak Jusuf Kalla,” jelas Enggar.

( Deb / Deb )

Komentar