04:12 WIB
Kamis, 31 Juli 2014
Selasa, 4 Juni 2013 18:31 WIB

Gita Wirjawan: Istri Saya Suka Jengkol

Eben Ezer Siadari
Menteri Perdagangan Gita Wirjawan (kanan) bersama sang istri, Yasmin Stamboel Wirjawan, saat berkunjung ke Denpasar, Bali. (Jaringnews/Nikky Sirait)
Menteri Perdagangan Gita Wirjawan (kanan) bersama sang istri, Yasmin Stamboel Wirjawan, saat berkunjung ke Denpasar, Bali. (Jaringnews/Nikky Sirait)

"Istri saya juga suka jengkol," kata Gita sambil tersenyum.

JAKARTA, Jaringnews.com - Menteri Perdagangan Gita Wirjawan menunjukkan mimik terkejut ketika salah seorang wartawan menanyai pendapatnya tentang membubungnya harga jengkol.

"Oh ya? Saya baru tahu itu," kata Gita Wirjawan, saat jumpa pers tentang kinerja perdagangan luar negeri Indonesia, di kantornya, Jakarta, Selasa (4/6).

Wartawan yang menanyainya melaporkan bahwa di Cianjur harga jengkol sudah mencapai Rp 150 ribu per kg.

"Nanti secepatnya saya akan mengunjungi pasar Cianjur," kata Gita. Ia menunjukkan keseriusan dalam menanggapi isu ini. "Istri saya juga suka jengkol," kata Gita sambil tersenyum.

Satu-dua media (tidak semuanya) memang akhir-akhir ini gencar mengekspos kelangkaan jengkol di pasar. Namun, dikarenakan jengkol bukan kebutuhan pokok dan bukan termasuk komoditas yang diatur pemerintah, tidak banyak media yang menaruh perhatian pada soal ini.

Lagipula, fluktuasi harga jengkol di pasar sebetulnya cukup lumrah dikarenakan panen komoditas ini harus mengikuti musim. Jengkol juga tidak memberikan sumbangan besar pada perhitungan inflasi. Terbukti, selama Mei, dimana harga jengkol membubung, perekonomian justru mengalami deflasi.

Meskipun demikian, Gita Wirjawan tetap memberikan perhatian pada kelangkaan harga jengkol tersebut. "Bagaimana pun ini masih dalam ruang lingkup tugas Kementerian Perdagangan," kata Gita.

Ia berjanji akan melakukan kunjungan ke pasar-pasar untuk meneliti kebenaran isu ini.

(Ben / Nky)

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini
  
  • Terpopuler
  • Terkomentari