08:35 WIB
Rabu, 22 Oktober 2014
Senin, 1 April 2013 14:16 WIB

Bawang Merah Puncaki Peringkat Pemicu Inflasi Maret

JaringNews
Bawang merah, (Jaringnews/ Dwi Sulistyo)
Bawang merah, (Jaringnews/ Dwi Sulistyo)

Kenaikan harga bawang merah terutama karena keterbatasan pasokan.

JAKARTA, Jaringnews.com - Bawang merah menjuarai peringkat pemicu inflasi bulan Maret 2013. Inflasi Maret yang mencapai 0,63 persen, sebesar 0,44 persen diantaranya disebabkan oleh kenaikan harga bawang merah yang tinggi.

"Kenaikan harga bawang merah terutama karena keterbatasan pasokan. Kelangkaan pasokan mulai terjadi pada Minggu kedua Maret dan kenaikan harga terjadi di 62 kota," kata Kepala Badan Pusat Statistik, Suryamin, di kantornya, hari ini (2/4).

Di sejumlah kota, menurut dia, terjadi kenaikan harga di atas 100 persen seperti di Cirebon. Tetapi anehnya, menurut dia, di Batam justru terjadi penurunan harga.

Suryamin tidak menjelaskan apa penyebab terjadinya penurunan harga bawang merah di Batam.

Selain bawang merah, bawang putih pun berada di puncak pemicu inflasi Maret. Bawang putih menyumbang 0,2 persen dari total inflasi Maret sebesar 0,65 persen.
Sama seperti bawang merah, menurut dia, kenaikan harga bawang putih juga  disebabkan keterbatasan pasokan.

"Selama Maret, kenaikan harga bawang putih terjadi  di 65 kota. Kenaikan harga tertinggi terjadi di Bima yang mencapai 124 persen.

Komoditas lain yang memuncaki peningkatan inflasi Maret adalah cabe rawit, jeruk, tarif sewa rumah, daging sapi, ikan diawetkan, jagung muda, nangka muda, tomat sayur, apel, pisang, nasi dengan lauk, rokok kretek filter, tarif air minum PAM, bahan bakar rumah tangga, upah pembantu rumah tangga dan bensin.

Dengan tingkat inflasi Maret 2013 yang mencapai 0,63 persen, inflasi tahun kalender 2013 (Januari-Maret) sudah mencapai 2,43 persen, atau sudah hampir separuh dari batas atas target inflasi Pemerintah yang sebesar 5,5 persen.

Meskipun demikian, Suryamin optimistis Pemerintah masih berpeluang menekan inflasi sehingga tidak melewati target yang ditetapkan. "Kita lihat sisa sembilan bulan lagi, saya Pemerintah masih berpeluang membawa tingkat inflasi ke dalam target kita," kata Suryamin.

(Ben / Deb)

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini