09:00 WIB
Senin, 22 Desember 2014
Sabtu, 16 Maret 2013 11:49 WIB

Pola Pikir Pejabat Dinas Perikanan Perlu Diubah

Ainur Rahman
Budidaya Ikan
Budidaya Ikan

Momentum menggenjot produksi ikan patin.

JAKARTA, Jaringnews.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) masih mengalami kendala dalam pengembangan sektor perikanan terutama perikanan budidaya. Salah satunya pola pikir pejabatnya yang tidak fokus.

Untuk itu KKP berupaya mengubah pola pikir para pejabat di tingkat provinsi/kabupaten/kota terkait dengan pola pengembangan sektor perikanan, terutama budidaya. Karena potensi dan peluang akan sia-sia kalau pola pengembangan tidak terarah, tidak sinergis antara pusat dan daerah.

“Kita serius dan concern, masih prihatin juga. Masih ada kantor-kantor dinas perikanan di provinsi belum bisa mengimbangi kinerja pemerintah pusat. Kita terus dorong mereka, agar mereka tergugah,” kata Slamet Soebjakto, Dirjen Perikanan Budidaya KKP.

Sehingga, lanjut Slamet, beberapa kali pejabat di tingkat Pemerintah Pusat harus terujun ke daerah. Mereka melihat langsung bagaimana pola kerja dan keseriusan kantor Dinas Perikanan di daerah membangun sektor budidaya. Sebab, KKP melihat bahwa saat ini adalah momentum yang tepat untuk menggenjot produksi udang, bandeng, patin dan lain sebagainya.

Menurut Slamet, negara Vietnam saat ini sedang mengalami paceklik, karena sungai Mekong sebagai urat nadi budidaya patin di Vietnam sedang tercemar. Karena itu KKP perlu menggenjot produksi ikan patin, sambil memanfaatkan minimnya pasokan dan produksi patin asal Vietnam. Itu berdasarkan survei yang dilakukan Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) di Vietnam untuk melihat langsung teknik pengelolaan budidaya patin.

“Tetapi hal yang mengejutkan, ternyata pasokan mereka sedang berkurang sekarang ini. Sehingga kita akan memanfaatkan kekosongan tersebut,” tegas Slamet.
 
Kondisi sungai Mekong yang menjadi tulang punggung sirkulasi air budidaya patin sedang kritis. Sungai tersebut sudah tercemari dengan berbagai jenis logam berat dan antibiotic. Pembudidaya di Vietnam sekarang sedang mencari alternatifnya, di tepi-tepi sungai Mekong. Tapi aliran air tetap bermuasal dari arus utama Mekong.

“Jadi sama saja (kondisinya). Saya sudah tahu rahasia keberhasilan budidaya patin Vietnam, tapi juga tahu mengapa sekarang kondisinya paceklik. Ini kesempatan bagi kita untuk menyalib, mengisi pasar ekspor mereka,” tandasnya.

(Ara / Ara)
Diurutkan berdasarkan:
Rabu, 20 Maret 2013 13:45 WIB
sidi asih

bisakah ikan tawar kita diproduksi dengan tatacara dan lingkungan dan kultur petani menghasilkan kualitas ekspor (BERSERTIFIKAT) yaitu layak, diterima, disukai pembeli luar negeri. Maju trus Bpk Dirjen Budidaya, kita lebih unggul sbnrnya dengn Vietnam.

Rabu, 20 Maret 2013 16:25 WIB
benny diah

yang penting lagi program dkp pusat jangan selalu harus dilakukan didaerah kalau misalnya daerah tsb tdk cocok untuk patin ya jangan paksa patin, dan harapan kedepan program unggulan harus terfokus pada konisi daerah masing masing jadi program didaerah tidak hanya mengejar program yg kadang tdk cocok. yang penting lagi peran penyuluh belum optimal karena jumlahnya masih kecil dari petambak atau luasan daerah yang harus dipanatu.

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini