01:20 WIB
Rabu, 24 September 2014
Jumat, 1 Maret 2013 22:47 WIB

Semua Pihak Perlu Dukung Kebijakan Pemerintah Kurangi Impor

Ralian Jawalsen Manurung
Karikatur Gita Wirjawan. Permen Hortikultura: Petani Senang Dimana-mana (Jaringnews)
Karikatur Gita Wirjawan. Permen Hortikultura: Petani Senang Dimana-mana (Jaringnews)

AS meminta Indonesia kembali membuka keran impor daging dari Negeri Paman Sam tersebut.

JAKARTA, Jaringnews.com - Wasekjen PAN Wahyuni Refi mengatakan, langkah pemerintah untuk mengurangi impor buah-buahan dan daging sapi patut didukung oleh semua pihak. Pasalnya, langkah tersebut merupakan upaya untuk melindungi kepentingan nasional, terutama kepentingan petani, peternak lokal dan dalam jangka panjang mendorong kemandirian ekonomi Indonesia.

"Kebijakan pengurangan impor ini selain melindungi kepentingan nasional, dalam jangka panjang merupakan upaya  mewujudkan kemandirian ekonomi yang berbasiskan penguatan ekonomi domestik," ujar dia di Jakarta hari ini.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan menyampaikan kebijakan terkait pengurangan impor buah-buahan dan daging sapi. Namun, pemerintah AS mengajukan protes ke WTO terkait kebijakan ini. AS meminta Indonesia kembali membuka keran impor daging dari Negeri Paman Sam tersebut.

"Para peternak di AS memang kesal dengan kebijakan pemerintah Indonesia yang mengurangi impor daging, dan mereka menyebutkan tindakan Indonesia sebagai 'knee-jerk political action'. Karena para peternak di AS memang cukup bergantung kepada pasar ekspor," ujar Wahyuni yang juga mantan ketua Presidum GMNI ini.

Untuk hortikultura, Kementerian Pertanian juga melarang impor sejumlah produk buah untuk periode Januari hingga Juni 2013. Enam jenis buah yang dilarang masuk ke Indonesia yakni durian, nanas, melon, pisang, mangga dan pepaya. Selain itu, empat jenis produk sayuran dan tiga produk bunga.

Setidaknya ada 13 produk hortikultura yang dilarang masuk sementara, yakni kentang, kubis, wortel, cabai, nanas, melon, pisang, mangga, pepaya, durian, krisan, anggrek, dan heliconia.

(Ral / Nky)

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini
  
  • Terpopuler
  • Terkomentari