08:31 WIB
Rabu, 17 September 2014
Rabu, 19 Desember 2012 19:12 WIB

Penyelundupan BBM Subsidi Banyak Ditemukan di Daerah

Albi Wahyudi
Anggota kepolisian mengangkat BBM yang disita dari masyarakat yang menimbun BBM di daerah Aia Balam, Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat, Sumbar, Kamis (15/3). (Antara/Jaringnews)
Anggota kepolisian mengangkat BBM yang disita dari masyarakat yang menimbun BBM di daerah Aia Balam, Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat, Sumbar, Kamis (15/3). (Antara/Jaringnews)

Investigasi dilakukan secara serentak di awal Desember 2012.

JAKARTA, Jaringnews.com - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) telah melakukan investigasi terhadap penyelundupan dan penimbunan bahan bakar minyak (BBM) subsidi di sejumlah daerah.

Anggota Komite BPH Migas Karseno mengatakan, investigasi yang dilakukan pihaknya secara serentak di awal Desember 2012, berhasil mengidentifikasi penyelundupan dan penimbunan BBM Subsidi yang berada di kota Dumai (Riau), Pekanbaru (Riau), Banjarmasin (Kalbar), dan Kabupaten Sanggau (Kalimantan Barat).

"Investigasi yang kami lakukan secara serentak sejak dua minggu lalu, tentunya dengan berkoordinasi lewat pemerintah daerah (pemda) dari pantauan di sejumlah daerah. Hasilnya kami menemukan beberapa bentuk penyelewengan," ujar Karseno, di Jakarta, Rabu (19/12).

Di kota Dumai, Riau, kata Karseno, pihaknya mendapatkan 100 drum berisi BBM subsidi yang jumlahnya berkisar 24 ton. Adapun di Pekanbaru, Riau, ditemukan sejumlah tangki berisi BBM subsidi berkisar 22 ton.

"Saat kami ketahui bahwa BBM setiap tiga hari selalu habis, padahal mereka jual begitu saja. Berarti kami menduga ada indikasi penyelewengan disitu. Akhirnya langsung kami tindak," ucap Karseno.

Selain di daerah Riau,  Sumatra, pihaknya juga menemukan di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. "Kita melihat ada indikasi penyelewengan BBM subsidi dalam jumlah 4 ton. Bahkan di Banjarmasin cukup besar yang ditangkap di laut sebanyak 3 tongkang yang berisi 650 KL BBM bersubsidi," ujar Karseno.

Di samping itu, di Kalimantan Timur juga tertangkap membawa dan menjual BBM subsidi dengan jumlah 4 ton. "Kami temukan sebagian besar sudah dioplos dengan minyak tanah," tandasnya.

(Alb / Ara)

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini
  
  • Terpopuler
  • Terkomentari