17:16 WIB
Sabtu, 19 Mei 2012
Rabu, 18 Januari 2012 12:31 WIB

Wah, Ada Teori Baru Tentang Kolapsnya Bank Century

Eben Ezer Siadari

BI dan Bapepam luput mengawasi keterkaitan Bank Century dengan PT Antaboga Delta Sekuritas, PT Century Mega Investindo dan Pt Century Super Investindo.

JAKARTA, Jaringnews.com - Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Anwar Nasution, dalam makalahnya untuk seminar Otoritas Jasa Keuangan yang dibuka oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa, pagi ini (18/1) secara mendalam membahas kasus Bank Century dikaitkan dengan pengawasan bank dan lembaga keuangan di Indonesia.

Dalam makalah setebal 12 halaman, ia mengajukan 'teori baru' tentang penyeb jatuhnya Bank Century yang menyebabkan kerugian negara triliunan rupiah. Dalam teorinya itu, mantan deputi senior Gubernur BI itu justru menyalahkan kelemahan pengawasan BI dan Bapepam yang menyebabkan terjadinya kasus Bank Century.

Menurut dia, BI dan Bapepam luput mengawasi keterkaitan Bank Century dengan PT Antaboga Delta Sekuritas, PT Century Mega Investindo dan Pt Century Super Investindo.  "Ketiga perusahaan reksadana itu yang terus merongrong Bank Century," Kata Anwar Nasution.

Anwar menambahkan buruknya pemeriksaan bank serta lembaga-lembaga keuangan lainnya di Indonesia masih terus berlangsung hingga sekarang. "Buruknya mutu pemeriksaan atas lembaga-lembaga keuangan itu tercermin dari krisis keuangan tahun 1997-1998 yang sangat mahal biayanya," kata dia.

Ia melanjutkan, "Karena tidak percaya pada mutu pemeriksaan dan pengawasan BI, pada tahun 1997-1998 IMF minta kantor akuntan internasional untuk memeriksa ulang semua bank dan menggolongkannya yang mana yang pantas dibantu dan mana yang langsung dibubarkan."

Menurut Anwar, sesudah krisis 1997-98, kelemahan pengawasan itu belum sepenuhnya teratasi. "Setelah BLBI masih terjadi terus-menerus krisis lanjutan termasuk kasus Bank Bali (1998) dan Bank Century (2008).

Baik BI mau pun Bapepam menurut dia melakukan pengawasan tidak terkoordinir dan tidak harmonis, "Setiap lembaga memiliki egonya sendiri-sendiri sehingga koordinasi antar lembaga jarang terjadi," kata Anwar yang juga mantan ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) itu.

"Berbagai krisis, skandal dan kejahatan terjadi pada industri reksadana. Skandal dan kejahatan itu tidak terpantau oleh Bapepam serta BI."

(Ben / Deb)

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini