05:46:32 WIB
Selasa, 30 Mei 2017
Sabtu, 01 April 2017 , 09:41 WIB

Ini Alasan Dana Repatriasi Sulit Masuk Indonesia

Widyastuti Padmarini
82801-Menkue Sri Mulyani Indrawati, Jakarta, (Jaraingnews/ Dwi Sulistyo)
Menkue Sri Mulyani Indrawati, Jakarta, (Jaraingnews/ Dwi Sulistyo)

Penyebab lainnya adalah regulasi di negara asal yang seringkali ketat.

JAKARTA, Jaringnews.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani menaksir dana repatriasi hasil program pengampunan pajak sebesar Rp24,7 triliun belum masuk ke Indonesia.

"Masih ada Rp24,7 triliun yang wajib pajak sampaikan repatriasi namun dana belum masuk ke Indonesia," kata Sri Mulyani tadi malam.

Sebelumnya, DJP menyampaikan dari keseluruhan komitmen repatriasi sudah ada dana yang masuk ke Tanah Air, namun ada pula yang belum.

Realisasi dana repatriasi berdasarkan surat pernyataan harta menjelang program pengampunan pajak berakhir mencapai Rp147 triliun dan yang sudah masuk ke Indonesia sekitar Rp121 triliun.

Menkeu menjelaskan penyebab adanya perbedaan antara komitmen dan realisasi tersebut adalah karena sebagian harta wajib pajak yang ada di luar negeri sudah masuk sebelum masa implementasi pengampunan pajak.

"Hartanya diklaim repatriasi tetapi sudah ada di Indonesia. Sesuai dengan PMK 119 yang diubah menajdi PMK 150, harta yang sudah masuk ke RI diperlakukan sebagai deklarasi dalam negeri, dan WP dapat mengubah keterangannya dari semula repatriasi menjadi deklarasi dalam negeri," kata Sri.

Selain itu, penyebab lainnya adalah regulasi di negara asal yang seringkali ketat.

"Di beberapa yuridiksi, kalau repatriasi maka harta itu dianggap melanggar Undang-Undang. Itu membuat wajib pajak kesulitan," ucap Menkeu.

( Wid / Deb )

Komentar