05:48:16 WIB
Selasa, 30 Mei 2017
Minggu, 19 Maret 2017 , 18:27 WIB

Senegal Butuh Offshore Buatan Indonesia

Johannes Sutanto de Britto

Menteri Alassane Sall melihat Indonesia sebagai negara yang sudah advanced dalam penggunaan teknologi eksplorasi minyak bumi di offshore dan pengolahan gas LNG.

JAKARTA, Jaringnews.com - Pemerintah Senegal masih menimbang-nimbang untuk investasi besar di bidang energi guna memenuhi kebutuhan energi nasionalnya yang saat ini mencapai 500 MW per hari. 

Menteri Energi dan Pengembangan Energi Terbarukan Senegal Thierno Alassane Sall saat bertemu Dubes RI Dakar Mansyur Pangeran mengungkapkan keinginannya menjalin kerjasama dengan Indonesi.

Menteri Alassane Sall melihat Indonesia sebagai negara yang sudah advanced dalam penggunaan teknologi eksplorasi minyak bumi di offshore dan pengolahan gas LNG.

Menteri Alassane Sall menyampaikan kepada Dubes Mansyur Pangeran bahwa Senegal masih menghadapi kendala dalam hal distribusi energi karena instalasi jalur distribusi listrik yang ada saat ini sudah cukup tua. 

Oleh karena itu, Senegal sangat memerlukan adanya investasi dari mitra-mitra asing dan negara-negara sahabat untuk memperbaharui instalasi jalur distribusi listrik di Senegal. 

Sementara itu, untuk memenuhi kebutuhan energinya, Senegal telah merencanakan untuk mengembangkan energi solar dan angin yang realisasinya akan dimulai tahun 2018.

Menteri Alassane Sall mengharapkan Indonesia dapat bekerja sama dengan Senegal di sektor migas seperti pembuatan anjungan minyak lepas pantai.

( Deb / Deb )

Komentar